Isagenix


Monday, March 31, 2014

Ketahui Efek Buruk Diet Tinggi Protein

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Salah satu metode diet yang cukup terkenal adalah diet tinggi protein. Walau banyak orang yang menjalani diet ini mengaku berat badannya turun banyak, tapi para ahli mengatakan diet ini kurang aman.

Mereka yang melakukan diet protein mengonsumsi lebih banyak sumber protein seperti susu, daging, keju, atau telur. Karena porsi protein lebih banyak dibanding karbohidrat, lemak, atau vitamin, ternyata efeknya untuk tubuh justru berbahaya.

Mereka yang melakukan diet ini diketahui beresiko empat kali lebih besar minggal karena kanker, dibandingkan dengan orang yang menjalankan pola makan rendah protein. Risiko kematian akibat diet tinggi protein disebutkan setara dengan menghisap 20 batang rokok setiap hari.

Dampak buruk diet protein ini diketahui dari penelitian yang melibatkan 6.381 orang dewasa, berusia 50 tahun ke atas yang diikuti selama 18 tahun. Mereka yang melakukan diet ini 74 persen beresiko meninggal sebelum penelitian berakhir.

Para responden dalam penelitian ini rata-rata mengonsumsi 16 persen protein yang dua pertiganya berasal dari protein hewani.

Hasil penelitian ini juga menggarisbawahi, pola makan yang cocok pada usia tertentu belum tentu bisa diterapkan pada usia lainnya. Karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pola diet tertentu, lebih baik konsultasikan dengan dokter agar hasilnya lebih optimal dan kesehatan tak terganggu.

Dampak buruk diet tinggi protein terhadap orang usia lanjut memang lebih tinggi karena malah membuat mereka rentan terkena penyakit.

Kebutuhan protein orang dewasa setiap harinya berkisar 46 gram yang bisa didapatkan lewat ikan, daging, telur, serelia utuh, atau kacang-kacangan.

Sumber :
 http://female.kompas.com/read/2014/03/11/1436299/Ketahui.Efek.Buruk.Diet.Tinggi.Protein.

Indikasi Diet yang Dilakukan Menyiksa

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Diet dan menjaga kesehatan dengan hati-hati makan memang penting. Apalagi menjaga berat badan agar proporsional. Namun seringkali mereka yang menjalani diet ketat malah menyiksa diri sendiri. Lalu apa indikasinya jika diet yang Anda laksanakan malah menyiksa diri Anda?

Tanda pertama Anda terobsesi dengan angka di timbangan berat badan. Sebenarnya tidak apa-apa jika mengecek timbangan namun jika terlalu terobsesi naik turunnya angka timbangan yang tipis maka itu tidak sehat.

Fluktuasi berat badan itu normal dalam waktu satu hari jadi jangan terlalu dipikirkan sampai membuat kesal. Makanan yang belum dicerna dalam tubuh dan cairan yang belum diserap berpengaruh dalam fluktuasi berat badan.

Jangan mengikat harga diri Anda pada kebiasaan diet. Tidak perlu takut untuk mengakui pada teman dan keluarga bahwa Anda sedang diet dan jangan terlalu sensitif jika teman bercanda akan berat badan Anda.

Perhatikan faktor psikologis Anda dalam berdiet sebab diet tidak instan dan butuh waktu. Anda akan mengalami masa-masa bosan diet dan ingin makan makanan biasa. Jangan sampai diet malah merusak psikis bahkan hubungan sosial Anda, seperti menolak kumpul dengan teman karena mengira akan diberi makan makanan yang tidak sehat

Sumber :
 http://female.kompas.com/read/2014/02/15/1326467/Indikasi.Diet.yang.Dilakukan.Menyiksa

5 Mitos Diet Keliru yang Masih Dipercaya

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Dengan begitu banyaknya metode diet di luar sana, tentu tak mudah membedakan mana yang benar-benar efektif dan mana yang sekadar mitos. Benarkah karbohidrat harus dijauhi? Apakah makan dalam porsi kecil bisa mempercepat metabolisme?

Masih banyak mitos-mitos diet yang sebenarnya keliru tetapi masih dipercaya banyak orang. Kimberly Snyder, pakar nutrisi yang banyak menangani selebriti dan penulis buku The Beauty Detox Foods, menjelaskan mana mitos diet yang sebaiknya jangan dipercaya.

1. Mitos: Makan setelah jam 8 malam bikin gemuk
Jika menyangkut soal makan malam, sebenarnya yang perlu diperhatikan bukan soal waktunya, tetapi kapan Anda mulai tidur. Snyder merekomendasikan untuk makan malam setidaknya 3-4 jam sebelum tidur. Jika jam tidur Anda mendekati jam 11 malam, makan sekitar jam 8 malam masih tidak apa-apa.

2. Mitos: Makan dalam porsi kecil mempercepat metabolisme
Makan dalam porsi kecil tetapi sering memang bisa mempercepat metabolisme. Namun, sifatnya hanya sementara. Ini karena jika kita selalu mencerna, sistem pencernaan akan bekerja berlebihan dan menggunakan banyak energi. Tetapi, jika kita terus-menerus makan, makanan mungkin tak akan bisa dicerna sempurna sehingga nutrisinya tidak bisa terserap dengan baik.

3. Mitos: Karbohidrat adalah musuh
Ada tiga jenis karbohidrat: kompleks, sederhana, dan serat. Karena itu, daripada memberi label "buruk" pada karbohidrat, lebih baik pilih jenis karbohidrat mana yang tepat. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, pilihlah karbohidrat kompleks dan serat.

4. Mitos: Makan lemak akan membuat gemuk
Seperti halnya dengan karbohidrat, Anda juga jangan menyamakan setiap jenis lemak. "Makan lemak yang tepat justru mendatangkan manfaat. Misalnya saja, alpukat termasuk lemak sehat dan membuat perut terasa kenyang," katanya. Namun, jika ingin sehat, jangan tambahkan alpukat dengan gula atau susu.

5. Mitos: Minum banyak air menurunkan berat badan
Menjaga agar tubuh terhidrasi sangat dianjurkan, tetapi bukan berarti dengan minum banyak air berat badan bisa turun. Snyder juga menyarankan agar kita tak terlalu sering minum air saat makan karena bisa mengencerkan enzim pencernaan sehingga proses pencernaan makan lebih berat.

Sumber :
 http://female.kompas.com/read/2014/01/08/1003090/5.Mitos.Diet.Keliru.yang.Masih.Dipercaya

Diet Terlalu Ketat Membuat Anda Semakin Gemuk

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Menurut Dr Jean-Michel Lecerf, penulis buku Everyone’s true weight, tidak semua makanan berlemak dan manis penyebab dari tumpukan lemak pada tubuh.
 
Sebuah studi yang diselenggarakan pada tahun 2009 silam, seorang Endocrinologist dan Kepala Bagian Nutrisi di Pasteur Institute, menemukan bahwa penambahan berat badan tidak selamanya akibat mengonsumsi makanan yang kaya lemak, bisa juga karena kadar kalsium pada tubuh Anda cenderung rendah.

Selanjutnya, untuk menguatkan pernyataan bahwa bukan hanya makanan yang menyebabkan diet gagal, seorang ahli nutrisi dari Task Force of Obesity and Overweight (GROS) mengatakan bahwa bagaimana pandangan Anda terhadap jenis makanan yang memengaruhi bentuk tubuh Anda.

“Orang yang tengah diet, umumnya banyak pantangan. Hal seperti ini sebenarnya membuat mereka semakin ingin makan. Maka dari itu, ketika keinginan untuk mengonsumsi satu jenis makanan di luar menu diet menyerang, longgarkan aturan dan biarkan diri Anda menikmatinya,” ujar Dr Jean-Philippe Zermati, seperti dikutip dari Marie France Asia.

Mekanisme berdiet yang umum diterapkan oleh sejumlah orang sekarang ini adalah dengan mengonsumsi satu jenis makanan tertentu saja. Padahal tubuh kita membutuhkan nutrisi sesuai pola makan empat sehat lima sempurna. Maka dari itu, tak sedikit orang yang menjalani diet karbohidrat, berakhir dengan mengonsumsi nasi, piza, roti, dan mie dalam porsi yang lebih besar dibandingkan sebelum mereka berdiet.
Melanggar diet sesekali saja tidak membuat tubuh mendadak kembali gemuk. Misalkan Anda sedang ingin satu tangkup burger keju, jangan ditahan-tahan, makan dan nikmatilah. Namun, seimbangkan dengan meminum air putih yang banyak agar metabolisme berjalan lancar. Yang biasa terjadi adalah saat seseorang merasa gagal diet hanya karena mencamil sepiring kentang goreng, akhirnya malah melupakan semua aturan dan terus makan lebih banyak.

Sumber :
 http://female.kompas.com/read/2014/03/31/1458128/Diet.Terlalu.Ketat.Membuat.Anda.Semakin.Gemuk

Sunday, March 30, 2014

Ingin Langsing Sekaligus Sehat? Ini Rahasianya

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Salah satu hal utama yang harus Anda perhatikan jika ingin memiliki tubuh yang ideal adalah pola makan Anda. Bagi kebanyakan orang, mengubah pola makan bukanlah hal yang mudah, dan hal tersebut merupakan tantangan terbesar dalam diet selain olahraga.

"Selama ini orang makan enak, bukannya makan sehat dan enak. Kalau memang ingin sehat dan langsing, makanannya harus berubah dulu. Jadi harus belajar menukar pilihan makanan," kata dr. Phaidon L. Toruan, saat hadir dalam acara seminar 'Langsing Sehat Kencang', di Totok Perut Kamaratih, Jl Pejaten Barat No. 28, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Senin (31/3/2013).

Makanan yang harus ditukar antara lain mi instan ditukar dengan spageti, bubur ayam dengan oatmel, gula pasir bisa ditukar dengan gula aren atau madu, nasi putih dengan nasi merah, roti putih dengan roti gandum, dan kue bisa ditukar dengan ubi, singkong, atau kentang. Cara memasak makanan jug harus diubah, hindarilah memasak dengan cara digoreng. Hindarilah gorengan karena bisa menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Jangan kotori pembuluh darah Anda dengan makanan yang mengandung gula, minyak, dan garam. Inti dari semua ini adalah hidup sehat.

"Hidup sehat yaitu makan sehat, olahraga, istirahat yang cukup, aktivitas yang positif, dan pikiran yang sehat," kata dokter yang juga dikenal sebagai trainer hidup sehat dan olahraga tersebut.

Menurutnya makan sehat yang membuat badan menjadi langsing adalah makan buah 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam setiap sebelum makan. Hal kedua yang harus diperhatikan dalam makan sehat adalah mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, ubi, singkong, jagung, dan ketan hitam. Hal ketiga adalah makan makanan yang diolah dengan cara tidak digoreng seperti soto, sop, pepes, ikan atau ayam bakar.

Untuk kegiatan olahraga ia menyarankan untuk melakukan aerobic. Tetapi masih banyak orang yang salah mengenai pengertian aerobic. Kegiatan aerobic bukanlah senam seperti yang selama ini orang ketahui, yang dimaksud dengan aerobic antara lain seperti, jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi teh hijau sebelum berolahraga dan minum air putih dengan yang dicampur dengan perasan jeruk lemon setelah berolahraga.

Pikiran yang sehat dapat dijaga dengan berdoa, banyak tertawa, dan mendengarkan musik. Tidak harus musik klasik Eropa, tetapi musik klasik biasa yang bisa memberikan stimulus untuk masuk ke suasana meditasi. Untuk tidur paling tidak setiap hari seseorang sudah harus tidur pada jam 11 malam, karena pada jam tersebut liver sudah memulai proses detoksifikasi.

Sumber :
 http://health.detik.com/read/2014/03/31/090228/2541156/763/ingin-langsing-sekaligus-sehat-ini-rahasianya?l771108bcj

Kontrol Makan Tak Sekadar Jaga Bobot, Tapi Juga Kurangi Risiko Penyakit

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Saat ini banyak orang yang mengkhawatirkan nafsu makan terlalu banyak yang tidak bisa dikontrol. Keinginan untuk mengontrol nafsu makan bukan sebatas hanya ingin menjaga berat badan, namun juga untuk mengurangi risiko terkena berbagai penyakit.

Selain itu, keinginan untuk mengontrol nafsu makan juga dimiliki oleh orang-orang yang mengidap diabetes. Kesulitan mengontrol nafsu makan kerap kali dimiliki oleh pasien diabetes yang akhirnya berakibat pada kenaikan gula darahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV.,DTM&H.,MCTM.,MHA.,SpJP.,LMPNLP.,ELT.,CCH. Menurut dr Kasim, banyak pasien diabetes yang memikirkan bagaimana mengontrol nafsu makannya.

"Orang yang diabetes kan sering memikirkan mana makanan yang boleh dimakan supaya tidak berdampak pada gula darahnya. Padahal sebenarnya, mereka boleh kok makan apa saja," tutur dr Kasim saat ditemui detikHealth dalam sesi Private Meditation yang diadakan di Hotel Sofyan, Jl Cut Meutia, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Senin (31/3/2014).

dr Kasim mengungkapkan orang diabetes boleh makan apa saja asal memperhatikan aturannya, dalam hal ini adalah paling penting menghindari nasi. "Apakah makan makanan padang boleh? Ya boleh saja. Asal nasinya jangan," imbuhnya.

Harus diakui bahwa banyak orang diabetes yang awalnya berasal dari orang yang obesitas maupun mempunyai kolesterol tinggi. Salah satu penyebab dari kedua hal tersebut adalah nafsu makan yang cenderung tinggi.

Untuk itu, dr Kasim pun mempunyai saran untuk mengatasinya. Dokter yang menekuni bidang meditasi holistik ini mengungkapkan bahwa cara makan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan.

"Saya sudah melakukan berbagai macam jenis diet, saya juga sudah tidak makan nasi. Tapi yang paling penting adalah memperhatikan proses makan kita," ungkap dokter yang berpraktik di RS Asri Jakarta.

"Makan itu sebaiknya jangan buru-buru. Nikmati prosesnya. Dampaknya, makan pun jadi tidak akan banyak," tandasnya.

Sumber :
 http://health.detik.com/read/2014/03/31/100156/2541172/763/kontrol-makan-tak-sekadar-jaga-bobot-tapi-juga-kurangi-risiko-penyakit?l992205755

Bisnis Pelangsing Isagenix

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com
BISNIS ISAGENIX DAHSYAT & MELEDAK== Kenapa kita wajib sabar menunggu isagenix datang ke indonesia.. karena ini satu peluang bisnis yang sangat luar biasa, produk2 isagenix di akui sebagai salah satu meal replacement (pengganti makan) yg terbaik dan mereka memiliki program Nutrisi cleansing (detox seluruh organ) yg hebat dan membuat banyak orang terkagum2.
====================
ISAGENIX juga memiliki sistem plan yg mudah & potensi penghasilan yang sangat luar biasa (tidak mustahil jika anda bergabung sekarang & fokus membangun jaringan, anda jadi milyarder tahun depan). ====================
Isagenix terakhir telah diakui diantara Top Company yang tercantum dalam 500 Fortune Amerika sebagai 100 perusahaan terbesar bahkan nama Isagenix masuk ke ranking 5 besar untuk produk MLM. ====================
Tapi sabar isagenix baru launching di indonesia sekitar September 2014 == GM: Bp. Agung karto sarjono, kantor sdh dipersiapkan. Kami membutuhkan banyak leader dan Distributor untuk bergabung bersama tim kami di Indonesia untuk bersiap menyambut kehadiran IsaGenix di INDONESIA. Mari bergabung bersama tim kami.http://dasyatnyabisnisku.blogspot.com/

Saturday, March 29, 2014

Tingkat Obesitas di Indonesia dan Amerika Mirip

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Banyak riset menunjukkan, tingkat obesitas di negara maju seperti Amerika Serikat cenderung lebih tinggi ketimbang negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tapi ternyata anggapan itu keliru. Tingkat obesitas di Indonesia dan Amerika Serikat ternyata tidak jauh berbeda.

Demikian disampaikan dr. Dyah Purnamasari Sulistianingsih, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) , saat acara seminar media dengan tema 'Penyakit Kardiovaskuler Sebab Utama Tingginya Angka Kematian pada Penyandang Diabetes', Kamis, (10/5/2012) kemarin, di Jakarta.

"Jadi jangan bilang kalau di AS itu tingkat obesitasnya lebih tinggi. Ternyata, studi menujukkan prevalensi obesitas di Indonesia dan AS memiliki kemiripan," ujarnya.

Sebagai buktinya, Dyah mengatakan bahwa ia pernah melakukan sebuah penelitian untuk melihat proporsi obesitas di DKI Jakarta pada tahun 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67 persen warga Jakarta memiliki berat badan yang berisiko (overweight dan obesitas).

"Studi juga menemukan 95 persen wanita di Jakarta memiliki lingkar perut diatas normal dan hanya 5 persen yang lingkar perutnya masih normal. Sementara pada laki-laki 87 persen mengalami hipertensi," ujarnya.

Kondisi tersebut lanjut Dyah, dapat berpotensi menimbulkan berbagai macam gangguan sindrom metabolik, yang bisa mengarah pada perkembangan penyakit seperti diabetes dan jantung. Menurut Dyah, dengan mengukur lingkar pinggang, seseorang sebenarnya sudah bisa memprediksi apakah dirinya berisiko atau tidak.

"Pada laki-laki, lingkar pinggang normal tidak boleh lebih dari 90 cm, sedangkan pada wanita tidak boleh lebih dari 80 cm," terangnya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD, dari Divisi Metabolik dan Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI. Menurutnya, anggapan bahwa orang bule atau ras kaukasia sebagai tolak ukur untuk obesitas kini sudah tidak berlaku lagi.
"Peta obesitas kita ternyata sudah melebihi beberapa negara di Eropa," ujarnya.

Ia menambahkan, jika dibandingkan beberapa negara Eropa seperti Portugal, Spanyol dan Jerman, tingkat obesitas masyarakat di Indonesia cenderung lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan pengaruh lifestyle, tingkat aktivitas yang cenderung sedentary (tidak aktif) dan asupan makanan yang berubah  dari menu tradisional ke makanan siap saji.
Sumber :
 http://health.kompas.com/read/2012/05/11/08083737/Tingkat.Obesitas.di.Indonesia.dan.Amerika.Mirip

Jumlah Penderita Obesitas di Indonesia Meningkat Setiap Tahun

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Jumlah penderita obesitas (kegemukan) di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Maraknya gaya hidup tak sehat dianggap sebagai salah satu penyebab utama kenaikan obesitas tersebut.
"Dari data yang kami lihat, dibanding negara Asia Osenia lain, jumlah penderita obesitas di Indonesia tak tinggi. Tetapi setiap tahun angkanya meningkat dengan prevalensi (angka kejadian kasus) mencapai 20 persen," kata Direktur Jenderal Pengendallian Penyakit dan Penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam seminar "7th Asia Oceania Conference of Obesity di Trans Luxury Hotel Bdg, Jalan Gatot Subroto No 289, Kamis (31/10/13).
Dalam kegiatan tersebut, hadir pembicara dari berbagai negara serta peserta yang terdiri dari mahasiswa kedokteran, praktisi dan peneliti kesehatan.
Tjandra menuturkan, secara umum permasalahan gizi seperti kekurangan kalori dan protein masih cukup tinggi. Menurutnya, persoalan obestitas pun terkait erat dengan gaya hidup tak sehat yang dianut masyarakat. Dia menyoroti kebiasaan makanan instan yang memiliki kandungan lemak tinggi tetapi kurang protein ikut memicu munculnya obesitas. Dikatakannya, obesitas berkaitan dengan kelebihan gizi tetapi timpang asupan protein.
"Untuk anak anak di bawah 5 tahun penderita obesitas mencapai 12,2 persen pada 2007, lalu meningkat 14,2 persen pada 2010. Sedangkan usia 18 tahun pada 2007 mencapai 19,1 persen dan 21,7 persen pada 2010," kata Tjandra. Dia menambahkan, penderita obesitas tak hanya berasal dari keluarga kaya semata, tetapi dialami oleh keluarga miskin.
"Indikasi itu terlihat dari prevelansi 14.95 persen dan 12.4 persen untuk keluarga kaya dan miskin," ucap Tjandra. Sementara itu, ketua panitia penyelenggara Gaga Irawan Nugraha menuturkan, makanan yang dikonsumsi masyarakat sekarang kebanyakan berasal dari tepung terigu. "Jadi tinggi karbohidratnya tetapi lemah protein," ujarnya.
Dia mencontohkan, perawakan seorang pengemis yang gemuk namun kekurangan protein. Menurutnya, hal itu dikarenakan banyak mengkonsumsi makanan-makanan instan yang digoreng.
Gaga mengakui makanan sehat lebih sulit didapat ketimbang makanan yang tak sehat. Oleh sebab itu, menurutnya, makanan tradisional justru baik untuk dikonsumsi masyarakat karena lebih sehat dibanding makanan-makan instan yang gampang didapat.
"Dulu penyebab kematian tertingi adalah infeksi pada balita. Sekarang trend kematian tertinggi disebabkan penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh otak)," tutur Gaga. Sedangkan obesitas menjadi salah satu faktor penyebab kardiovaskuler. "Kalau kita bisa menekan obesitas, kematian pun akan menurun," ujarnya. (A-201/A-108)***
Sumber :
 http://www.pikiran-rakyat.com/node/256976

Friday, March 28, 2014

Waspada, Lingkar Pinggang Lebar Tingkatkan Risiko Kematian

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Jika tubuh berbobot ideal, kebanyakan orang tak akan ambil pusing mengenai ukuran pinggang. Padahal, kesehatan tak hanya dipengaruhi indeks massa tubuh saja. Studi terbaru melaporkan bahwa pinggang yang lebar dapat meningkatkan risiko kematian meski tubuh berbobot ideal.

Dr James R. Cerhan dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, telah menganalisis 11 studi berbeda yang melibatkan lebih dari 650.000 partisipan dewasa. Para partisipan dalam studi sejak Januari 1986 hingga Desember 2000 tersebut berusia 20 dan 83 tahun.

Para partisipan dipantau rata-rata selama sembilan tahun, dan selama masa itu, sebanyak 78.268 partisipan meninggal. Setetelah melakukan analisis, peneliti menemukan adanya kaitan antara kematian mereka dengan ukuran lingkar pinggang.

Pria dengan lingkar pinggang 109 cm atau lebih, memiliki risiko kematian 50% lebih tinggi dibanding pria berlingkar pinggang di bawah 89 cm. Sedang para wanita, mereka yang berlingkar pinggang lebih dari 94 cm memiliki risiko kematian 80% lebih tinggi dibanding wanita yang berlingkar pinggang di bawah 68 cm.

Tim Dr. Cerhan juga menemukan bahwa setiap kenaikan ukuran lingkar pinggang sebesar 5 sentimeter, maka risiko kematian meningkat sekitar 7% pada pria dan sebesar 9% pada wanita.

Yang kurang menyenangkan, bobot normal tidak akan menghindarkan seseorang dari risiko kematian itu. Baik berbobot normal maupun obesitas, ukuran pinggang yang lebih lebar sama-sama memperbesar risiko kematian.

"Sasaran utama kami adalah untuk mencegah keduanya, baik Indeks Massa Tubuh yang tinggi maupun lingkar pinggang yang lebar. Bagi pasien berpinggang lebar, memperkecil ukuran melalui olahraga dan diet, beberapa inchi pun, akan bermanfaat penting bagi kesehatan." Demikian pungkas Dr Cerhan, seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (20/3/2014).
Sumber :
 http://health.detik.com/read/2014/03/20/100511/2531208/763/waspada-lingkar-pinggang-lebar-tingkatkan-risiko-kematian

Ditambah Bakat Gemuk, Gorengan Tingkatkan Risiko Obesitas 4 Kali Lipat

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Dengan alasan kesehatan, para ahli selalu menganjurkan untuk menjauhi makanan yang digoreng. Bagi yang secara genetis punya bakat gemuk, penelitian membuktikan gorengan bisa meningkatkan risiko kegemukan hingga 4 kali lipat.

Selama ini, asupan doreng-gorengan dan faktor genetik sama-sama terkait dengan risiko penumpukan lemak. Namun interaksi keduanya dalam mempengaruhi risiko kegemukan belum pernah diteliti.

Dipimpin oleh Lu Qi dari Harvard School of Public Health, para ilmuwan mengamati konsumsi gorengan pada 37.000 orang di Amerika Serikat. Selain itu, para ilmuwan juga memeriksa 32 variasi genetik yang berhubungan dengan kegemukan dan indeks massa tubuh (IMT).

Di akhir penelitian, para ilmuwan menemukan hubungan nyata antara genetik dengan gorengan dalam mempengaruhi berat badan. Faktor genetik terbukti meningkatkan risiko kegemukan, namun pengaruhnya meningkat bila ada asupan gorengan yang tinggi.

Pada partisipan dengan bakat gemuk yang mengonsumsi gorengan 4 kali dalam sepekan, konsumsi gorengan 4 kali sepekan memicu perbedaan IMT hingga 1 kg/m2 pada laki-laki dan 0,7 kg/,2 pada perempuan. Pembandingnya adalah partisipan dengan faktor genetik sama, yang mengonsumsi gorengan kurang dari 1 kali sepekan.

Sedangkan pada partisipan yang tidak memiliki bakat gemuk secara genetis, perbedaan IMT teramati hanya 0,5 pada perempuan dan 0,4 kg/m2 pada laki-laki.

"Temuan kami menegaskan pentingnya mengurangi gorengan untuk mencegah kegemukan, terutama pada orang-orang yang secara genetis punya bakat gemuk," kata Lu Qi seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (20/3/2014).
Sumber :
 http://health.detik.com/read/2014/03/20/104342/2531287/763/ditambah-bakat-gemuk-gorengan-tingkatkan-risiko-obesitas-4-kali-lipat

Hati-Hati, Banyak Makan Lemak Bikin Otak Lemot

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Menurut sebuah penelitian baru, tikus yang diberi diet tinggi lemak menunjukkan penurunan yang nyata pada pada ketahanan fisik dan kemampuan berpikirnya setelah sembilan hari.
Hati Hati, Banyak Makan Lemak Bikin Otak Lemot
Penelitian yang didanai oleh Yayasan Jantung Inggris ini bisa jadi memiliki pengaruh tidak hanya untuk pecandu lemak tinggi, tetapi juga atlet yang mencari diet yang optimal untuk berlatih, juga untuk pasien gangguan metabolisme.
“Kami menemukan bahwa tikus-tikus tersebut ketika dietnya diubah dari diet rendah lemak menjadi diet tinggi lemak, menunjukkan sebuah penurunan yang mengejutkan pada performa fisiknya,” kata Andrew Murray, yang memimpin studi ini di Universitas Oxford dan saat ini bersama Universitas Cambridge.
“Setelah 9 hari saja, tikus-tikus tersebut hanya mampu berlari di treadmill sejauh 50% dari jarak yang mampu ditempuh saat diberi diet rendah lemak,” tambah Murray. Diet tinggi lemak, umumnya di negar-negara Barat, untuk jangka waktu yang lama, dikenal berbahaya dan dapat menyebabkan obesitas, diabetes serta gagal jantung.
Tim Oxford menyelidiki apakah tikus yang diberi makan dengan diet tinggi lemak dalam beberapa hari saja sudah menunjukkan perubahan pada kemampuan fisik dan berpikirnya.
Ke-42 tikus percobaan pada awalnya diberi pakan standar dengan kandungan lemak rendah yaitu 7,5%. Ketahanan fisik mereka diukur dengan parameter berapa lama mereka dapat berlari di treadmill dan daya ingat mereka diukur dengan teka-teki labirin.
Setengah dari keseluruhan tikus itu kemudian diganti dietnya menjadi diet tinggi lemak di mana dalam diet itu 55% dari total kalorinya berasal dari lemak. Setelah 4 hari terbiasa dengan diet baru tersebut, ketahanan dan kemampuan berpikir tikus-tikus di kelompok diet tinggi lemak dan diet rendah lemak dibandingkan dengan pada pengukuran sebelumnya, pada 5 hari pertama penelitian.
“Dengan diberi pakan standar, 7,5% kalorinya berasal dari lemak. Itu merupakan diet yang sangat rendah lemak, seperti jika orang hanya makan muesli (sereal sarapan asli Swiss yang berisi oatmeal, buah kering dan kacang) saja,” kata Murray.
“Diet tinggi lemak, di mana 55% kalorinya berasal dari lemak, terdengar sangat tinggi tetapi ini tidak luar biasa tinggi dibandingkan standar manusia. Junk food hampir mendekati persentase tersebut,” Murray menambahkan.
Pada hari kelima pemberian diet tinggi lemak (hari pertama kembali diukur di treadmill), kemampuan berlari tikus-tikus itu berkurang 30% dibanding pada saat diberi diet rendah lemak. Pada hari ke-9, akhir dari penelitian ini, jarak berlari tikus-tikus itu berkurang 50%. Demikian menurut rilis dari Cambridge.
Tikus-tikus pada kelompok yang diberi diet tinggi lemak juga lebih cepat membuat kesalahan saat diberi teka-teki labirin, sehingga disimpulkan bahwa kemampuan berpikir mereka juga dipengaruhi oleh diet tinggi lemak.
Sumber :
http://id.she.yahoo.com/hati-hati-banyak-makan-lemak-bikin-otak-lemot-084708056.html

Perut Buncit Picu Hipogonadisme

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Perut buncit mengganggu penampilan? Mungkin saja iya, tetapi justru yang mengganggu kesehatan harus diwaspadai. Seperti tumpukan lemak di perut yang berakibat menghambat aktivitas dan kesehatan.

Menurut dr Em Yunir, SpPD-KEMD dari RSCM, lingkar perut laki-laki dewasa yang terlalu besar mampu menghambat produksi hormon testesteron dalam tubuh.

"Normalnya laki-laki tidak boleh memiliki lingkar perut lebih daro 90 sentimeter. Lebih dari itu banyak tumpukan lemaknya di rongga perut," tutur Yunir.

Lanjut Yunir, tumpukan lemak tersebut akan menghasilkan hormon yang menekan testosteron. Setiap produksi testis menjadi lebih cepat, karena hormon testosteron langsung dipecah oleh hormon adipositokin atau hormon dari lemak perut. Jika hormon testosteron di dalam tubuh kurang, berefek tubuh lebih mudah lelah, aktivitas berkurang, hingga terjadi penuaan lebih cepat.

Lalu pada laki-laki yang obesitas, hormon testosteron dapat menurun hingga 30 - 40 persen, jika ditambah dengan penyakit diderita, resiko akan bertambah.

"Kompensasi kekurangan hormon testosteron, testis dipacu menghasilkan lebih banyak hormon. Dan menyebabkan ukuran testis menjadi lebih besar, karena kerjanya lebih berat," kata Yunir.

Sumber :
 http://id.she.yahoo.com/perut-buncit-picu-hipogonadisme-195211620.html

8 Penyebab Perut Buncit

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Bahkan pemilik tubuh langsing pun bisa saja memiliki perut buncit, entah karena kebiasaan yang salah, atau mengonsumsi makanan yang salah. Apa saja misalnya?

Permen Karet
Udara yang anda hirup saat mengunyah  permen karet dapat menyebabkan perut kembung. Agar perut tetap langsing, pastikan Anda tidak mengunyah permen karet sepanjang hari.

Alkohol
Gula dan alkohol, terutama yang terkandung dalam bir, dapat membuat otot anda kendur. Dari pandangan ilmu gizi, alkohol sangat berbahaya bagi tubuh. Hal ini dikarenakan alkohol mengandung kalori yang tinggi, sama seperti jumlah kalori pada makanan berlemak. Terlepas dari hal itu, ketika anda meminum alkohol, hati anda akan bekerja dengan sangat keras untuk menghilangkan alkohol, dan menunda untuk menyaring gula. Gula tersebut kemudian akan disimpan tubuh sebagai lemak. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan nafsu makan.

Tembakau
Tembakau dapat merusak kerja pencernaan. Jika Anda merokok setelah makan, Anda pasti akan merasa kembung setelahnya. Berhentilah merokok, dan Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari sekedar turunnya berat badan.

Stres
Stres dapat mengganggu kerja tubuh dan pencernaan. Stres juga dapat membuat anda merasa kenyang dan menimbulkan masalah pada kemampuan tubuh dalam menyimpan lemak. Hasilnya perut anda akan terlihat lebih mengembang. Untuk mengatasi hal tersebut, belajarlah untuk lebih rileks dan bernafas secara perlahan dan dalam.

Makanan Cepat Saji
Jumlah kalori dan lemak dalam makanan cepat saji sangat tinggi. Masalah utama yang akan ditimbulkan oleh makanan cepat saji adalah bahwa makanan tersebut tidak terlalu mengenyangkan, sehingga Anda akan sering merasa lapar. Anda sebaiknya membatasi asupan makanan cepat saji yang anda makan dan menerapkannya sekali dalam sebulan.

Hormon
Pria memiliki hormon yang mempengaruhi berat badan mereka. Itulah mengapa pria cenderung memiliki perut gendut pada usia tertentu. Di saat pria mulai menyimpan lemak di perut mereka pada usia 40-an, wanita akan menyimpan lemak mereka di paha, bokong, dan pinggul mereka di usia yang lebih awal.

Susu
Meskipun susu penting untuk kesehatan, menyeimbangkan diet dengan jumlah kalsium yang tinggi dapat menyebabkan masalah pencernaan dan membuat perut membuncit. Jika Anda suka susu, disarankan untuk mengonsumsi yoghurt atau dan keju yang dibuat dari susu kambing.

Obat Pencahar
Barangkali Anda terbiasa menggunakan obat-obat laksatif (pencahar) di saat Anda mengalami sembelit. Anda sebaiknya tidak menggunakannya terlalu sering. Penggunaan laksatif secara berlebihan juga dapat mengakibatkan masalah pencernaan. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum anda menggunakan obat-obatan laksatif. (nh/ml)
Sumber :
 http://id.she.yahoo.com/8-penyebab-perut-buncit.html

4 Penyebab Perut Buncit yang Tidak Pernah Anda Duga

Isagenix
Jika stir mobil menggeser perut Anda saat mengemudi, jangan salahkan pabrik mobil yang memproduksinya. Terimalah kenyataan bahwa Andalah yang bertanggung jawab terhadap kondisi tersebut.
Dulu orang gemuk dianggap sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Bahkan beberapa figur dalam sejarah seperti Napoleon Bonaparte, Alfred Hitchcock hingga Patih Gajah Mada digambarkan memiliki perut buncit untuk menambah kesan gentle pada figur mereka.
Tapi jaman sudah berubah. Sekarang perut buncit identik dengan penyakit dan pemicu beberapa kasus kematian di usia yang lebih muda. Ironisnya, perut buncit lebih mudah didapat ketimbang perut langsing dan rata.
Patut diakui bahwa untuk mengalahkan perut buncit, maka Anda harus mempelajarinya lebih dalam. Anda mungkin perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut ini; Apa perut buncit itu? Apa yang ada di dalam perut buncit? Dan yang paling penting bagaimana cara mengecilkan perut buncit?

Lemak

Ini adalah faktor paling jelas mengapa seseorang memiliki perut buncit. Tapi kebanyakan orang tidak sadar bahwa perut buncit itu terdiri dari dua jenis lemak. Untuk menentukan jenisnya, Anda cukup menekannya dengan jari. Letakkan tangan Anda di perut dan tekan. Apakah rasanya lunak seperti marshmallow atau keras seperti wanita hamil?
Perut buncit yang lunak kebanyakan mengandung lemak yang disebut subcutaneous-lemak yang berada di bawah kulit atau di atas jaringan otot. Itulah alasan mengapa perut Anda terasa lunak. Sedangkan perut buncit yang keras biasanya terdiri dari lemak visceral, yaitu lemak yang berada di antara otot dan organ. “Sel lemak ini mendorong dinding abdominal ke arah luar,” terang Anthony Spataro, Ph.D, dari New Mexico Department of Health.
Dari sudut pandang kesehatan ada perbedaan antara kedua jenis lemak tersebut. Perut yang keras membuat Anda rentan terhadap penyakit kardiovaskuler dan penyakit dalam. Alasannya, lemak ini berada jauh di dalam sehingga mendorong organ internal sekaligus mengganggu sistem pencernaan dan sirkulasi darah normal.
Tapi lemak viceral lebih mudah hilang ketimbang lemak subcutaneous. “Ini menjelaskan mengapa pria lebih mudah menurunkan berat badan ketimbang wanita. Wanita cenderung menyimpan lemak subcutaneous,” tambah Spataro.
Satu hal yang perlu diingat, semua perut buncit-baik itu keras ataupun lunak-mengindikasikan bahwa Anda punya masalah dengan kolesterol dan berisiko terkena penyakit koroner. Mengapa? Kadar lemak yang terlalu tinggi dalam aliran darah mendorong liver untuk mengeluarkan LDL (lemak jahat). LDL dalam jumlah yang tinggi dapat memblokade aliran darah sehingga aliran darah menjadi tersumbat.
Untuk mencegah hal ini, Spataro punya tiga resep utama yaitu, memperbanyak makan sayur dan buah, latihan yang tepat dan disiplin menjalankannya.

Otot yang Lemah

Meregangkan otot sebelum olahraga memang penting-tapi jika Anda punya perut bucit maka ini pertanda bahwa perut Anda regang sepanjang waktu. Prosesnya seperti ini; ketika Anda duduk, lemak visceral yang berada di perut menekan keluar sehingga secara perlahan otot abdominal menjadi lemah.
Otot yang meregang ini kemudian kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan posisi perut pada bentuk aslinya. Dan seiring berjalannya waktu, otot tersebut terus meregang sehingga perut makin menonjol ke depan.
Otot perut sangat fleksibel. Ia akan kembali ke bentuk semula jika diberi cukup kesempatan. Makan lebih sering dalam porsi kecil tidak hanya mencegah otot perut meregang, tetapi juga membuatnya lebih kuat.
Melatih otot perut merupakan hal wajib yang perlu Anda lakukan. Ada berbagai latihan otot perut yang bisa Anda coba seperti crunch, plank, leg raise dan masih banyak lagi. Jenis latihan ini akan membantu Anda mendapatkan otot perut yang kuat sekaligus membakar kalori lebih banyak.

Hamstring yang Tegang

Bagaimana mungkin otot di belakang paha bisa membuat perut buncit? Kontribusinya mungkin tidak secara langsung. “Ketika hamstring tegang, tubuh menjadi sulit disangga dan sulit tegak,” terang Spataro.
Punggung bagian bawah harus bekerja lebih keras agar Anda tetap berdiri tegap. Kerja lebih berarti tekanan juga lebih, sehingga membuat otot punggung bawah cepat lelah. Ketika otot bagian tengah melemah maka tubuh mulai gampang limbung dan perut lebih mudah membuncit.
Ketegangan hamstring biasanya terjadi akibat dua hal, yaitu olahraga dan tidak olahraga. Ini bukan buah simalakama. Jika Anda melakukan pekerjaan di tempat duduk, hamstring Anda akan cenderung tegang. Posisi duduk dengan kaki ditekuk akan membuat hamstring selalu berada dalam posisi memendek sehingga membuatnya kaku.
Untuk mencegah ketegangan hamstring, luangkan waktu untuk peregangan setiap 20 menit dari posisi duduk Anda. Contohnya: Duduklah di lantai dengan kaki lurus ke depan. Pertahankan punggung tegak dan perlahan condongkan tubuh ke depan sampai kedua tangan menentuh jari kaki. Anda harus merasakan peregangan yang nyaman di bagian belakang paha. Tahan beberapa detik, kembali ke posisi semula dan ulangi 5-8 repetisi.

Tulang Belakang Menyusut

Ini adalah alasan terakhir mengapa perut Anda buncit. Ada percobaan sederhana yang bisa Anda coba. Ambil posisi merangkak dengan bertumpu pada kedua tangan lutut. Dengan posisi ini Anda akan mengira perut Anda menggantung ke bawah dan kelihatan lebih besar. Padahal perut Anda malah terlihat lebih rata . Gravitasi menarik perut Anda secara merata sehingga tersebar di sepanajng bagian tubuh Anda.
Sayangnya, Anda tidak bisa berangkat ke kantor dengan posisi seperti ini. “Tubuh kita tidak dirancang untuk berjalan menggunakan empat kaki,” kata ahli anatomi Leonard Hayflick dari University of San Francisco School of Medicine.
“Semakin tua tulang belakang kita semakin mengerut dan semakin kecil. Tapi semua jaringan lemak di sekitarnya tetap. Hasilnya seperti jaket berukuran XL dipakai orang berukuran S,” tambah Hayflick. (dan)

Sumber :
 http://id.she.yahoo.com/4-penyebab-perut-buncit-yang-tidak-pernah-anda-034910046.html