Isagenix


Saturday, March 29, 2014

Jumlah Penderita Obesitas di Indonesia Meningkat Setiap Tahun

http://peluangbisnisisagenix.blogspot.com/
Jumlah penderita obesitas (kegemukan) di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Maraknya gaya hidup tak sehat dianggap sebagai salah satu penyebab utama kenaikan obesitas tersebut.
"Dari data yang kami lihat, dibanding negara Asia Osenia lain, jumlah penderita obesitas di Indonesia tak tinggi. Tetapi setiap tahun angkanya meningkat dengan prevalensi (angka kejadian kasus) mencapai 20 persen," kata Direktur Jenderal Pengendallian Penyakit dan Penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam seminar "7th Asia Oceania Conference of Obesity di Trans Luxury Hotel Bdg, Jalan Gatot Subroto No 289, Kamis (31/10/13).
Dalam kegiatan tersebut, hadir pembicara dari berbagai negara serta peserta yang terdiri dari mahasiswa kedokteran, praktisi dan peneliti kesehatan.
Tjandra menuturkan, secara umum permasalahan gizi seperti kekurangan kalori dan protein masih cukup tinggi. Menurutnya, persoalan obestitas pun terkait erat dengan gaya hidup tak sehat yang dianut masyarakat. Dia menyoroti kebiasaan makanan instan yang memiliki kandungan lemak tinggi tetapi kurang protein ikut memicu munculnya obesitas. Dikatakannya, obesitas berkaitan dengan kelebihan gizi tetapi timpang asupan protein.
"Untuk anak anak di bawah 5 tahun penderita obesitas mencapai 12,2 persen pada 2007, lalu meningkat 14,2 persen pada 2010. Sedangkan usia 18 tahun pada 2007 mencapai 19,1 persen dan 21,7 persen pada 2010," kata Tjandra. Dia menambahkan, penderita obesitas tak hanya berasal dari keluarga kaya semata, tetapi dialami oleh keluarga miskin.
"Indikasi itu terlihat dari prevelansi 14.95 persen dan 12.4 persen untuk keluarga kaya dan miskin," ucap Tjandra. Sementara itu, ketua panitia penyelenggara Gaga Irawan Nugraha menuturkan, makanan yang dikonsumsi masyarakat sekarang kebanyakan berasal dari tepung terigu. "Jadi tinggi karbohidratnya tetapi lemah protein," ujarnya.
Dia mencontohkan, perawakan seorang pengemis yang gemuk namun kekurangan protein. Menurutnya, hal itu dikarenakan banyak mengkonsumsi makanan-makanan instan yang digoreng.
Gaga mengakui makanan sehat lebih sulit didapat ketimbang makanan yang tak sehat. Oleh sebab itu, menurutnya, makanan tradisional justru baik untuk dikonsumsi masyarakat karena lebih sehat dibanding makanan-makan instan yang gampang didapat.
"Dulu penyebab kematian tertingi adalah infeksi pada balita. Sekarang trend kematian tertinggi disebabkan penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh otak)," tutur Gaga. Sedangkan obesitas menjadi salah satu faktor penyebab kardiovaskuler. "Kalau kita bisa menekan obesitas, kematian pun akan menurun," ujarnya. (A-201/A-108)***
Sumber :
 http://www.pikiran-rakyat.com/node/256976

No comments:

Post a Comment